Rabu, 15 Juli 2009

Murah Nyaman tapi TIDAK Murahan

Informasi terbanyak tentang Mobil Timor saya dapatkan dari Sopir Taxi, karena ia yang paling banyak jam terbangnya dalam menerbangkan Mobil Timor.
Mobil Timor Lega, lebih lega dari Soluna (dan sekarang Vios), Nyaman, Murah tapi cukup Modis, Onderdilnya relatif Banyak dan juga Murah. Kalau tidak percaya coba duduk di sebelah sopir dan anda dapat selonjor dengan leluasa tanpa perlu kaki ditekuk dan tidak terganggu spatboard ban yang menonjol ke kabin. Ini hanya bisa didapatkan di mobil yang sekelas di atasnya. Pendingin udaranya ada tiga pilihan: dingin, netral dan hangat dan ada outlet untuk kaki, jadi kalau ke Puncak bisa saja kaki anda hangat dan badan anda netral (sesuai udara luar) atau kombinasi lainnya. Selain itu kaca samping depan kiri kanan juga bebas dari embun, kalau hujan, karena ada lubang AC di pintu persis di bagian spion.
Ketika saya tanyakan tentang pemakaian bensin, ia mengatakan bahwa pemakaian 1 liter bensin untuk 8 km jarak tempuh adalah wajar untuk penggunaan di dalam kota, padahal ia menggunakan Timor DOHC.

Orang Bengkel mengatakan bahwa Timor SOHC suka rewel Karburatornya dan sebaiknya memilih Timor DOHC Injection yang teknologinya lebih baru dan mumpuni (Bayangkan Gerobak Niaga Daihatsu GrandMax aja udah pakai DOHC VVTi). Onderdilpun jangan khawatir, karena banyak sekali sampai-sampai disc brake pad saja ada 4 macam: Asli KIA, Kw I, Kw II, Kw III; Jangan menggunakan Asli KIA, karena terlalu keras dan akan memakan cakramnya, tetapi juga jangan menggunakan Kw III, karena terlalu jelek, kecuali mobil mau dijual.

Alhasil saya membeli Mobil Timor DOHC tahun 2000.
Dari Bandung Pom Bensin Pahlawan hingga Bekasi Pom Bensin Petronas menghabiskan bensin sebanyak 9,3 liter untuk jarak tempuh yang tidak saya ketahui, karena Speedometernya mati. Ini adalah salah satu kelemahan Mobil Timor dimana Speedometernya sering 'disco' atau malah mati; Speed Sensornya harus sering dibersihkan, karena letaknya di bawah mesin dan tidak terlindung oleh karet apapun, sehingga pasti cepat kotor.

Kesimpulanku:
Tidak Rugi beli Mobil Timor!
Murah & Nyaman tapi Mobil Timor tidak coccok buat orang yang mementingkan Gengsi;-((
Silakan bandingkan sendiri dengan Carry, Katana ataupun Karimun, apakah lebih bergengsi???

Alamat Email: gsarwa@indosat.net.id

Update 1 Desember 2011:
Setelah pemakaian sekian lama, maka dapat saya katakan beberapa hal yang menjadi kelemahan Mobil Timor:
* List pintu. Yang berkaret hanya satu sisi pada body dan tak ada karet apapun pada sisi pintu. Sistemnya adalah sistem Balon, jadi kalau balonnya bocor/sobek, maka ia tak dapat mengembang sempurna, maka akan bocor sedikit dan air masuk ke kabin. Percuma menggantinya dengan karet non-balon, walaupun ukurannya pas, sebentar juga akan bocor lagi. Solusinya beli yang Asli, tetapi jarang yang punya.
* Connector Accu. Connector Accu mobil Timor berbentuk Kerucut Terpancung, sedangkan Kepala Accu umumnya yang beredar di Indonesia umumnya berbentuk Silinder. Jadi sering kendor dan tiap kali harus dikencangkan kembali. Karena di Kompleks Perumahan saya banyak polisi tidurnya dan saya lupa mengencangkannya, maka Kepala Accu saya sebagian meleleh (Bayangkan panasnya akibat kendor, di Wikipedia saya cek untuk meleleh Timah butuh suhu sekurangnya 300 Derajat Celsius). Hebatnya tutup atas Accu di tempat lelehnya Timah cuma lecet sedikit. Benar-benar hebat nih Accu ( Silakan Baca: http://mobil-timor.blogspot.com/2010/06/accu-awet-tahan-lama-sejak-beli.html ) Solusinya, karena Kepala Accu telah mengecil, maka perlu ganjel. Saya menggunakan Sekrup yang diselipkan di antara Connector Accu dan Kepala Accu. Berhasil! Sekarang ini ada yang namanya kondom terbuat dari timah, bentuknya seperti selongsong yang terputus untuk digunakan di kepala aki yang kecil sedangkan ukuran klemnya besar. Saya manfaatkan kondom tersebut dengan mengikisnya secara miring agar berbentuk konus, tetapi tanpa menggunakan sekrup ternyata tetap 'mrucut', jadi pemakaian sekrup adalah mutlak. Kalau bisa gunakan sekrup stainless agar tidak karatan. Sebenarnya ada sih aki dengan kepala konus, misalnya BOSCH Cold 12V95AH 450A equivalent, tetapi harganya itu bo! 450A itu maksudnya Cold Cranking Amperenya, silakan baca situs yang tertera di atas, accu awet tahan lama sejak beli.
TIP:
Jangan tunggu Kepala Accu anda meleleh, setelah anda mengencangkan Connector Accu anda, maka selipkan sekrup di antara Connector Accu dan Kepala Accu, kencangkan dengan Obeng, maka Connector Accu anda kalau mau naik ke atas (mrucut) tidak akan bisa. Cara paling mudah yaitu dengan mengganti Connector Accu berukuran besar.

Update 1 September 2014:
Saya baru dari Senen, Sohib Motor untuk beli sparepart Timor, menurut penjualnya untuk sparepart banyak tersedia, tetapi untuk bagian body mobil, misalnya kisi-kisi AC tidak selalu ada dan menurut saya jarang adanya.

CATATAN:Artikel di atas banyak pembacanya, mungkin anda juga tertarik membaca:
* Tentang memilih aki yang baik dan murah:http://mobil-timor.blogspot.com/2010/06/accu-awet-tahan-lama-sejak-beli.html
* Tentang memilih cat waterproof yang tepat dan murah:http://allsarwa.blogspot.com/2013/04/cat-acrylic-waterprof-tahan-lama.html
* Tentang memilih/membuat air minum yang murah:

http://allsarwa.blogspot.com/2010/11/air-minum-sehat-murah-pureit-rp-100-per.html
* Tentang Negara Bangsa Indonesia:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2010/06/kawin-campur-choky-sitohang-menjaga.html

5 komentar:

  1. Waktu kecil, mobil ini idaman banget. Anak anak seumuran pada pengen punya mobil ini. Kalo sekarang seleraku berubah, lebih suka Nissan, mobil terbaik pilihan keluarga Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak tahu Nissan mana yang anda maksudkan, kalau Nissan Cefiro atau Nissan Infinity, memang yahud dengan harga selangit. Kalau duit sedikit yaa bisa pilih Nissan/Datsun Panca Go atau Panca Go Plus. Tetapi keduanya adalah MPV murah yang jelas kalah nyaman jauh dengan TIMOR yang sedan.

      Hapus
  2. maf butuh pencerahan nya gan. apakah mobil timor rewel versi dohc soalnya rencana mau ngambil timor trimakasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang harus pilih yang DOHC, kalau yang SOHC performance akan turun seiring dengan karburator yang kotor dan perlu di-tune up. Sedangkan mobil DOHC sebenarnya tidak perlu di-tune up, karena pada tune up saya perhatikan hanya memberikan semprotan pembersih kerak pada lubang saluran udara mesin. Biayanya Rp 175.000,- Tanpa penyetelan apa-apa. Ini semua bisa dilakukan sendiri dengan mudah, malah kalau mau simpel beli cairan pembersih mesin yang dicampurkan pada bensin. Semua onderdil mesin Timor masih ada, tetapi kisi-kisi AC pada Dashboard dan Dashboard itu sendiri sudah tidak ada yang jual. Biaya terbesar adalah untuk penggantian Evaporator AC, kedua adalah untuk servis batang power steering bawah dan penggantian sealnya, sedangkan untuk mengganti selang Hi-Pressure Power Steering biayanya masih di bawah Rp 1 Juta. Penggantian dengan dinamo starter copotan hanya sekitar Rp 700 Ribu. Semua biaya ini yang perlu dicadangkan, tapi tidak perlu dikeluarkan sekaligus. Adalah umum pengeluaran seperti ini untuk mobil di atas 10 tahun. Jika menabung Rp 500.000 sebulan atau Rp 6 Juta setahun, maka menurut pengalaman saya dana ini cukup untuk segala macam biaya perawatan.

      Hapus
    2. Berati hanya tune up kecil ya,knapa tdk memilih tune up besar yg lepas injector n dibersihkan pke kalibrasi trus lepas TB / trothle body,alhasil lbh maksimal lg....cos sya jg pemakai timor dohc n sohc....klau scara tarikan enak dohc tp sohc asal srtingan pas ndak kalah enteng dgn dohc....sya jga pemakao kia carens yg scara msin hmpir sama dgn timor dohc.....

      Hapus